TUGAS STATISTIKA 7 BAB 6
BAB 6
Distribusi normal, f,t
- 1. DISTRIBUSI NORMALRatu Ilma Indra Putri2.
Distribusi normal menggunakan variabel acak kontinu. Distribusi normal
seringdisebut DISTRIBUSI GAUSS. Distribusi ini merupakan salah satu yang
palingpenting dan banyak digunakan. Distribusi ini menyerupai BENTUK
LONCENG(BELL SHAPE) dengan nilai rata-rata sebagai sumbu simetrisnya.X
- 3.
Variabel acak kontinu X mempunyai fungsi densitas pada X = x
dinyatakandengan persamaan :22121)µπσxexfDengan :Dengan :π =
Nilai konstan yang ditulis hingga 4 desimal π = 3,1416e = Bilangan
konstan, bila ditulis hingga 4 desimal, e = 2,7183µ = Parameter,
merupakan rata-rata untuk distribusiσ = Parameter, merupakan simpangan
baku untuk distribusiJika Nilai x mempunyai batas nilai , maka dikatakan
bahwavariabel acak X berdistribusi normal.∞<<∞− x
- 4. 1.
Grafik selalu diatas sumbu-X (horisontal)2. Bentuk simetris terhadap
sumbu-Y pada X = µ3. Mempunyai modus pada X = µ sebesar 0,3989/σ4.
Grafik mendekati sumbu-X pada X = µ-3µ dan X = µ+3µ5. Kurva normal
digunakan sebagai acuan pengujian hipotesis jika ukuran sampel n ≥ 306.
Luas daerah yang dibatasi oleh sumbu-X dan kurva normal sama dengan satu
satuan luas.Sifat-sifat penting dari distribusi normal adalah :Untuk
tiap pasang µ dan σ,sifat-sifat di atas selalukurva normal denganμ = 10
dan σ = 5kurva normal dengan μ = 20 danσ = 7sifat-sifat di atas
selaludipenuhi, hanya bentukkurvanya saja yang berlainan.Jika σ makin
besar, kurvanyamakin rendah (platikurtik) danuntuk σ makin kecil,
kurvanyamakin tinggi (leptokurtik).
- 5. Untuk menentukan peluang
harga X antara a dan b, yakni )( bXaP <<( )
dxebXaPxba2211 σµπσUntuk penggunaan praktis telah
dibuat daftar distribusi normal baku (standar)yaitu dengan µ = 0 dan σ =
1 sehingga fungsi densitasnya berbentuk :22121)(ππ−−= ezfDengan batas z
yaitu ∞<<∞− z
- 6. Untuk mengubah distribusi normal umum
menjadi distribusi normal bakudigunakan rumus :σµ−=XZPerubahan grafiknya
dapat dilihat dalam gambar berikut ini :σµ−=XZPerubahan grafiknya dapat
dilihat dalam gambar berikut ini :
- 7. Setelah distribusi
normal baku yang didapat dari distribusi normal umum makadaftar
distribusi normal baku dapat digunakan. Bagian-bagian luas
distribusinormal baku dapat dicari. Caranya adalah :1. Hitung z sehingga
dua desimal2. Gambarkan kurvanya seperti gambar normal standar3.
Letakkan harga z pada sumbu datar, lalu tarik garis vertikal
hinggamemotong kurva.6. Dari z di kolom kiri maju ke kanan dan dari z di
baris atas turun ke bawah, makadidapat bilangan yang merupakan luas
yang dicari. Bilangan yang didapat harusdituliskan dalam bentuk 0,xxxx
(bentuk 4 desimal).4. Luas yang tertera dalam daftar adalah luas daerah
antara garis ini dengangaris tegak di titik nol.5. Dalam tabel normal
cari tempat harga z pada kolom paling kiri hanya satudesimal dan desimal
keduanya dicari pada baris paling atas.
- 8. Beberapa contoh,
penggunaan daftar normal baku yang akan dicari luas daerahyaitu :1
Antara z = 0 dan z = 2.15Gunakan tabel Distribusi Normal.Di bawah z pada
kolom kiri cari 2,1dan di atas sekali cari angka 5.dari 2,1 maju ke
kanan dan 5menurun, didapat 0.4842.Luas daerah yang dicari,
dilihatdaerah yang diarsir = 0,9842.2Antara z = 0 dan z = -1.86karena z
bertanda negatif, makapada grafiknya diletakkan disebelah kiri 0. Untuk
daftardigunakan di bawah z kolomkiri didapat 1,8 dan di atasangka 6.
Dari 1,8 ke kanan dandari 6 ke bawah didapat 0.4686Luas daerah=daerah
diarsir =0,4686.
- 9. 3 Coba Anda Gambar ……4 Indeks prestasi
kumulatif (IPK) rata-ratamasasiswa suatu perguruan tinggi adalah2.76
dengan simpangan baku 0.40. jikaantara z = -1.50 dan z = 1.82dari grafik
terlihat kita perlu mencari luas dua kali,lalu dijumlahkan.Mengikuti
cara di 1 untuk z = 1.82 dan cara di 2untuk z = -1.50, masing-masing
didapat 0,4656dan 0,4332.Jumlahnya = luas yang diarsir = 0,4332
+0,4656=0,8988Dari tabel normal proporsi luas antara z = 0dan z = 0.60
adalah 0.2257 sehingga proporsimahasiswa dengan IPK 3.00 (bagian
yangdiarsir) adalah 0.5000 – 0.2257 = 0.2743 atau1,82-1,502.76 dengan
simpangan baku 0.40. jikadiasumsikan IPK berdistribusi normal,
berapapersenkah mahasiswa yang memperolehIPK ≥ 3.00 ?Penyelesaian :Letak
IPK = 3.00 pada kurav normalditunjukkan oleh bilangan baku
:6.040.076.200.3=−=−=σµXZdiarsir) adalah 0.5000 – 0.2257 = 0.2743
atau27.43%Untuk mencari kembali z apabila luasnya diketahui,
makadilakukan langkah sebaliknya.
- 10. Fenomena distribusi data
normal :• Kira-kira 68,27% dari kasus ada dalam daerahsatu simpangan
baku sekitar rata-rata, yaituantara µ - σ dan µ + σ.• Ada 95,45% dari
kasus terletak dalam daerahdua simpangan baku sekitar rata-rata,
yaitudua simpangan baku sekitar rata-rata, yaituantara µ - 2σ dan µ +
2σ.• Hampir 99,73% dari kasus ada dalam daerahtiga simpangan baku
sekitar rata-rata, yaituantara µ - 3σ dan µ + 3σ.
- 11. Jenis
bentuk kurva yang diakibatkan oleh perbedaanrentangan nilai dan
simpangan baku ada tiga macam:1. Leptokurtik, merupakan bentuk kurva
normal yangmeruncing tinggi karena perbedaan frekuensi padaskor-skor
yang mendekati rata-rata sangat kecil.2. Platykurtic, merupakan kurva
normal yangmendatar rendah karena perbedaan frekuensi padaskor-skor yang
mendekati rata-rata sangat kecil.skor-skor yang mendekati rata-rata
sangat kecil.3. Normal, merupakan bentuk kurva normal yangbiasa, artinya
bentuknya merupakan bentuk antaraleptokurtic dan platykurtic, karena
penyebaran skorbiasa dan tidak terjadi kejutan-kejutan yang berarti.
- 12. Bentuk ketiga kurva normal itu dapatdilihat pada grafik, berikut ini :
- 13. DISTRIBUSI FDISTRIBUSI F
- 14.
Distribusi F merupakan distribusi variabel acak kontinu.
Fungsidensitasnya mempunyai persamaan :(
)2112121)2(211.)(vvvvFvFKFf+=2Dimana :F = Variabel acak
yang memenuhi F > 0K = Bilangan tetap yang harganya bergantung pada
derajat kebebasan v1 dan v2v1 = Derajat kebebasan antara varians
rata-rata sampel (sebagai pembilang)v2 = Derajat kebebasan dalam
keseluruhan sampel (sebagai penyebut)Luas dibawah kurva sama dengan
satu.
- 15. Daftar distribusi normal berisikan nilai-nilai F
untuk peluang 0,01 dan 0,05 denganderajat kekebasan v1 dan v2. Peluang
ini sama dengan luas daerah ujung kanan yangdiarsir, sedangkan derajat
kekebasan pembilang (v1 ) ada pada baris paling atas danderajat
kebebasan penyebut (v2) pada kolom paling kiri.Distribusi FDengan v1
danv2 adalah derajatkebebasanareaNotasi lengkap untuk nilai-nilai F dari
daftar distribusi F dengan peluang p dandk = (v1,v2) adalah Fp(v1,v2).
Demikianlah untuk contoh kita didapat :F0.05(24,8) = 3.12 dan F0.01(24,8
)= 5.28
- 16. Meskipun daftar yang diberikan hanya untuk peluang
p = 0.05 dan p = 0.01,tetapi sebenarnya masih bisa didapat nilai-nilai F
dengan peluang 0,99 dan0,95. Untuk ini digunakan hubungan :( )( )(
)21,,11vvpvvpFF =−( )2121,vvpFDalam rumus diatas perhatikan antara p dan
(1- p) dan pertukaran antaraderajat kebebasan (v1,v2) menjadi (v2,v1).
- 17. DISTRIBUSI STUDENT (t)DISTRIBUSI STUDENT (t)
- 18.
Distribusi dengan variabel acak kontinu lainnya selain dari distribusi
normalialah DISTRIBUSI STUDENT ATAU DISTRIBUSI - t. Fungsi
densitasnyaadalah :nntKtf21211 −Berlaku untuk
harga-harga t yang memenuhiK merupakan bilangan tetap yang besarnya
bergantung pada n sedemikiansehingga luas daerah di bawah kurva sama
dengan satu unit.∞<<∞− t
- 19. Pada distribusi t ini
terdapat bilangan (n-1) yang dinamakan derajat kebebasan, akandisingkat
dengan dk.Bentuk kurva-t identik dengan bentuk kurva normal, tetapi
kurtosisnya ditentukanoleh besar kecilnya derajat kebebasan df. Untuk n ≥
30 pola distribusi t mendekatipola distribusi normal.n = ∞n = 10n = 2n =
2Dalam tabel distribusi-t kolom paling kiri berisikan derajat kebebasan
(dk), baristeratas berisikan nilai peluang.
- 20. Gambar dibawah
ini merupakan grafik distribusi-t dengan dk = ( n – 1 ). Luasbagian
yang diarsir = p dan dibatasi paling kanan oleh tp. Harga tp inilah
yangdicari dari daftar untuk pasangan dk dan p yang diberikan.
- 21.
Beberapa contoh penggunaan daftar distribusi-t1. Untuk n = 13, jadi dk =
(n-1) = 13 - 1 = 12, dan p = 0,95 maka t = 1,782ini didapat (lihat
tabel distruibusi-t) dengan jalan maju ke kanan dari 12 danmenurun
0,95.2. Tentukan t sehingga luas dari t ke kiri = 0,05 dengan dk = 9.
Untuk ini pyang digunakan = 0,95. Dengan dk = 9 didapat t = 1,83. karena
yangyang digunakan = 0,95. Dengan dk = 9 didapat t = 1,83. karena
yangdiminta kurang dari 0,5, maka t harus bertanda negatif. Jadi t = -
1,83
Tidak ada komentar:
Posting Komentar